Minggu, 06 Oktober 2013

Arsitektur Komputer



Pengertian Arsitektur Komputer

Kita tahu bahwa perkembangan teknologi komputer terjadi begitu cepat. Komputer yang dulunya sangat besar, sekarang sudah menjadi kecil... Yang dulunya gak bisa dibawa kemana-mana, sekarang sudah bisa dibawa kemana-mana... Perubahan itu terjadi tidaklah alamiah, melainkan manusia yang merubahnya.
Manusia juga menyadari bahwa komputer awalnya untuk menghitung, mengetik, menyimpan data, dll. Tetapi sekarang, komputer bukan lagi hanya untuk hal itu, melainkan untuk memenuhi kepuasan konsumen. Dan orang-oang yang ahli dalam pmbuatan komputer ingin membuat inovasi terhadap komputer yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Oleh karena itu terciptalah suatu ilmu mengenai rancangan komputer yang disebut Arsitektur Komputer.

Menurut Ali (2006), arsitektur adalah gaya atau bentuk bangunan.

Menurut Ali (2006), komputer adalah mesin hitung elektronik yang cepat, serta menerima informasi digital dan mengolah informasi menurut instruksi.
.
Jadi, arsitektur komputer adalah suatu rancangan dalam struktur pengoprasian dasar pada sistem komputer, yang bertujuan agar bagian-bagian rumit perangkat keras dalam komputer bisa saling berhubungan. dan juga agar suatu komputer bisa dipakai untuk membantu memenuhi kebutuhan manusia.

Struktur Kognisi Manusia

Struktur merupakan cara sesuatu disusun atau dibangun, yang disusun dengan pola tertentu, sedangkan kognitif, sedangkan menurut Livingstone (dalam anonim, 2012) mengatakan bahwa kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri.

Terlebih lagi Ausabel (dalam anonim, 2012) mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan suatu organisasi pengetahuan. Struktur kognitif manusia ini selalu berubah-ubah karena proses terbentuknya dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus yang dapat berubah kapan saja.
Berikut beberapa aspek struktur kognitif manusia, yaitu:

a.     Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
b.
  Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
c.
  Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.


Hubungan Struktur Kognisi Manusia Dengan Arsitektur Komputer

Apabila kita sudah mngetahui arsitektur komputer, maka struktur kognisi manusia tidaklah brbeda. Persamaan diantara keduanya adalah, masing-masing struktur yang ada pada manusia ataupun komputer memiliki suatu sistem organisasi yang sangat rumit. Dan tanpa disadari bahwa proses membaca, menghafal, menulis yang terjadi pada diri kita disebabkan oleh struktur kognitif.  Perbedaan diantara keduanya adalah inisiatif dalam melakukan suatu perintah. Struktur kognisi manusia dapat menjalankan perintah sendiri dalam melakukan suatu tugas, tetapi sistem yang ada pada komputer tidak dapat menjalankan suatu perintah apabila tidak ada user (pengguna)

Kelebihan dan Kelemahan Arsitektur Komputer dibandingkan Struktur Kognisi Manusia.

Kelebihan arsitektur komputer adalah dalam proses penyimpanan data (memory). Komputer dapat menyimpan seluruh data tanpa menghilangkan data yang sudah lama. Sedangkan  manusia tidak semua orang bisa menyimpan data-data yang sudah lama, dapat dipanggil kembali.

Kelebihan kognisi manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Adalah banyak, tetapi yang saya kemukakan hanya dari sisi kapasitas memory yang tidak terjangkau. Sedangkan komputer memiliki kapasitas yang telah ditentukan seperti yang kita kenal dengan size atau ukuran (Kb, Mb, Gb, dll).

Sumber:

Ali, M. (2006). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen. Jakarta.
Pustaka AMANI.

Anonim. 2012. Perbedaan Struktur Kognisi Manusia dan Arsitektur Komputer. Diunduh dari http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/perbedaan-struktur-kognisi-manusia-dan-arsitektur-komputer-2/

Sistem Informasi Psikologi



Sebelum memberikan penjelasan tentang sistem informasi psikologi, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud sistem informasi.

Pengertian Sistem Informasi (S.I)

Menurut Ali (2006), sistem adalah suatu kelompok (bagian-bagian) yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu tujuan dengan aturan-aturan yang telah disusun secara baik.
Sedangkan menurut  Abdul Kadir (dalam Aryanto, 2012), informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.

Jadi, Sistem informasi adalah suatu tatanan yang tersusun secara baik dengan tujuan untuk memberikan suatu gambaran atau keterangan yang akan disampaikan untuk orang yang membutuhkan keterangan tersebut.

Bagaimana Pengertian Informasi Sehingga Dapat Berinteraksi Dengan Sistem

Berdasarkan pengertian diatas, dapat kita ambil sedikit gambaran bahwa, tentu saja informasi tersebut dapat berhubungan dengan sistem, karena pengertian informasi itu sendiri harus bisa di sampaikan untuk orang banyak. Maka, disinilah dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengatur agar informasi (pesan) yang disampaikan bisa dimengerti oleh orang lain tanpa adanya kehilangan informasi yang seutuhnya. 

Pengertian S.I Psikologi

Sistem informasi psikologi adalah serangkaian informasi yang dapat menunjang (membantu dalam) suatu kajian ilmu jiwa dan ilmu perilaku.

Bagaimana Penggunaan S.I Dalam Psikologi

Memang agak sulit dijelaskan bagaimana S.I dapat digunakan dalam ilmu psikologi. Tetapi ada baiknya apabila menggunakan contoh kasus seperti; saat anda sedang berdiri di depan kelas, menjelaskan bahan presentasi di siang hari, di saat anda disaksikan oleh teman-teman dan dosen di ruang tertutup. Disinilah, suatu hubungan antara sistem informasi (S.I) dengan Psikologi terjadi pada diri anda.

Disaat itu pula, ada dua kemungkinan yang terjadi pada sistem informasi psikologi pada diri anda, yaitu sistem informasi yang berhasil dan yang gagal. Di saat anda berhasil mengolah data, ingatan-ingatan mengenai pembahasan atau materi yang akan anda sampaikan tersebut, dan anda pun mampu memberikan penjelasan dengan sebaik-baiknya kepada para pendengar. Maka, inilah sistem informasi yang berhasil. Dan apabila anda gugup, ragu, ataupun dalam keadaan tertekan, dan tidak mampu mmberikan penjelasan dengan sebaik-baiknya; maka, inilah yang dimaksud dengan sistem informasi yang gagal.

“ Semoga Bermanfaat”

Sumber:

Aryanto, Arip. dkk. (2012). Pembangunan Sistem Penjualan Online Pada Toko Indah Jaya Furniture Surakarta. Indonesian Jurnal on Computer Science Speed (IJCSS). Vol: 10. No 1.

Ali, M. (2006). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen. Jakarta.
Pustaka AMANI.