Minggu, 17 Maret 2013

PSYCHOTHERPY

 
● Pengertian Psikoterapi

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan.

Secara sederhana , konseling dan psikoterapi memilki arti yang sama, yaitu usaha menolong klien (pasien) khususnya perorangan mengatasi suatu probem psikologi  yang mengganggu rasa kesejahteraan pribadinya, sehingga mampu mencapai pemuasan aneka kebutuhan hidupnya secara memuaskan.

Menurut Brammer & Shostrom (dalam Supratiknya ,2008) umumnya psikoterapi sering dimaknai sebagai pendidikan kembali individu atau seseorang dengan tujuan mengubah persepsi , memberikan pemahaman baru ke dalam tingkah lakunya sehari-hari, dan mengatasi  aneka perasaan negatif akut akibat pengalaman yang menyakitkan di masa lalu. 

Psikoterapis merupakan istilah umum untuk menyebut semua orang yang melakukan psikoterapi. Psikoterapi bisa diartikan sebagai suatu interaksi antara dua orang atau lebih yang hasilnya adalah mengubah pikiran, perasaan atau perilaku seseorang menjadi lebih baik.

Artinya setiap orang, baik itu psikolog, psikiater, dokter umum, guru, pedagang, kiyai, pendeta atau siapapun yang bisa mengatasi masalah psikologis orang lain, maka orang tersebut bisa disebut Psikoterapis. Jadi psikoterapis bisa berasal dari segala macam profesi. Seorang Psikolog dan Psikiater juga bisa disebut Psikoterapis ketika mereka mempraktekkan psikoterapi.

● Tujuan Psikoterapi

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Beberapa Tujuan psikoterapi antara lain:

1.      Meningkatkan kesadaran diri.
2.      Mengembangkan potensi klien.
3.      Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
4.      Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
5.      Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
6.      Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
7.      Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
8.      Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
9.      Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
10.  Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.

● Pendekatan Psikoterapi terhadap Mental Illnes

1.    Psychoanalysis & Psychodynamic
Tujuan dari metode psikoanalisis dan psikodinamik adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).

2.    Behavior Therapy
Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi).

3.    Cognitive Therapy
Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku.
Tujuan utama dalam pendekatan kognitif adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional.

4.    Humanistic Therapy
Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.

5.    Integrative / Holistic Therapy
Yaitu suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan yang biasanya di alami oleh pasien yag mengalami komplikasi terhadap masalah-masalah psikologis.

● Unsur Psikoterapi

Unsur-unsur psikoterapiutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan terapi yang berkelanjutan. Ciri-ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapiutik, keadaan mental, dan kebutuhan pasien.

● Perbedaan Psikoterapi dengan Konseling

Perbedaan antara psikoterapi dengan konseling tidak terletak pada substansi dan kualitasnya, aka tetapi hanya tampak pada dimnesi kuantitasnya. Dikutip oleh George dan Cristiani (dalam Supratiknya, 2008) :

Pertama, menurut Blocher, ia membedakan konseling dengan psikoterapi dengan menekankan bahwa “The goals of counselling are ordinarily developmental-educative-preventive, and the goals of psychotherapy are generally remediative-adjustive-therapeutic.” Maksudnya tujuan konseling lebh bersifat developmental-edukatif-preventif, sedangkan tujuan psikoterapi lazimnya bersifat remediatif-penyesuaian (kembali)-terapeutik.

Kedua, Brammer dan Shostrom menegaskan bahwa “While the two activities may overlap, counseling in general can be characterized by such terms as educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal, present time, and short term; psychotherapy can be caharacterized by such terms as supportive (in a crisis setting), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, emphasis on neurotics or other severe emotional problems and long term. Maksudnya kedua aktivitas itu saling tumpang tindih, secara umum konseling ditandai oleh cirri-ciri edukasional, vokasional, suportif, situasional, pemecahan masalah, melibatkan kesadaran, normal, masa kini, dan berjangka pendek ; sedangkan psikoterapi ditandai oleh cirri-ciri suportif (dalam situasi krisis), rekonstruktif, member tekanan pada kedalaman, analitis, berfokus pada masa lalu, memberi tekanan pada kasus-kasus neurotik atau masalah-masalah emosi lainnyayang bersifat berat atau parah dan berjangka panjang.

Ketiga, Hahn dan Maclean menunjukkan bahwa “The counsellor would give heavy emphasis to prevention of disruptive deviation, whereas the psychotherapists would give primary emphasis to present deviation with secondary attention to prevention. In addition … counseling has a goal of long-range educational and vocational planning. Their total emphasis seems to view counseling as being concerned with preventive mental health, and psychotherapy with remediation.” Maksudnya konselor memberi tekanan berat pada mencegah terjadinya penyimpangan yang bersifat merusak (perkembangan), sedangkan psikoterapis memberikan tekanan utama pada penyimpangan yang kini telah terjadi sementara upaya pencegahannya hanya merupakan perhatian tambahan. Selain itu, konseling bertujuan unutuk membantu membuat perencanaan jangka panjang dalam memilih jurusan pendidikan dan pekerjaan. Mereka memandang bahwa konseling lebih terkait dengan kesehatan mental yang bersiat preventif, sedangkan psikoterapi lebih terkait dengan remediasi.  
  
Sumber :
Supratiknya, A. (2008). Merancang Program dan Modul. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
http://www.psikoterapis.com/